Jombang, Jawa Timur. Pada Ahad, 30 Agustus 2026 harapan 200 calon jamaah umroh untuk dapat menginjakkan kaki di tanah suci Makkah dan Madinah tiba-tiba kandas. Bukan terjadi sekali dua kali, kasus seperti ini sudah terjadi berulang kali. Kebetulan untuk saat ini, terjadi di Jombang. Kekhawatiran terhadap uang yang sudah disetorkan ke pihak biro travel membuat tanda tanya besar pada calon jamaah.
Belum banyak sumber yang memberitakan, dilansir dari laman instagram @radioandhika dan @kediriraya_info bahwa jamaah sebenarnya telah berkumpul di Masjid Jami Baitul di dekat alun-alun Jombang pada dini hari namun setelah 3 jam berlangsung, jamaah yang seharusnya naik bus belumm kunjung tiba busnya. Lantas kemudian datang dua orang perwakilan travel yang mengatakan bahwa seluruh uang pembayaran jamaah yang akan berangkat telah habis tanpa penjelasan yang gamblang.
Dalam sumber berita lain di faktualnews.co disebutkan bahwa travel sempat meminta tambahan biaya sebesar 5 juta per orang karena adanya penyesuaian harga tiket pesawat sehingga total biaya per orang sekitar 33 juta. Bahkan, bus sejumlah 5-6 belum dibayarkan pihak travel yang mengakibatkan terjadinya penurunan paksa semua koper para calon jamaah.
Travel yang di duga melakukan penipuan ini bernama PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Grup). Berdasarkan informasi paling terakhir pihak travel sudah melakukan mediasi dengan pihak kepolisian setempat dan jamaah umroh yang gagal berangkat akan di upayakan untuk tetap diberangkatkan secara bertahap.
Comments
0